Teman-teman katak tersebut langsung menghampirinya.Saat ditanya mengapa ia terus melompat,padahal sudah diteriaki berkali-kali bahwa kalau melompat adalah percuma,Sang katak hanya mengucapkan terimaksih.LHO?? Usut punya usut,ia ternyata agak tuli!Teriakan teman-temannya ternyata dikira kata-kata yang menyemangatinya aga rterus berusaha melompat lebih tinggi lagii.
Kisah ini menekankan pentingnya perkataan yang keluar dari mulut seseorang.Apalagi kata-kata yang memotivasi.Sebaliknya,ada juga kata-kata yg mematikan semangat atau memadamkan harapan.Katak yang gagal adalah korban kata-kata yang melemahkan semangat sedangkan katak yang selamat mersa dipacu semangatnya.
Tidak ada salahnya memberikan kata-kata yang membangkitkan semangat dan motivasi untuk maju.Hal tersebut dapat memberikan dampak postif secara moral,meningkatkan semangat dan meningkatkan produktifitas.Tetapi sebaliknya jika ada apresiasi dan penghargaan,tetapi justru caci maki tanpa memberikan solusi,itu malah akan menimbulkan hal yang kontraproduktif.
Jika kata-kata positif yang keluar dari mulut kita maka hasilnya bisa diharapkan positif.Jika semua serba negatif akan menimbulkan dampak yang buruk dan kontraproduktif.
"Kata makian dan cemooh lebih mudah diucapkan.Kata penymangat dan pendorong jauh lebih sulit.Namun,seseorang yang berjiwa pemimpin tetap suka memotivasi"
"Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,supaya dengan perkataanku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid." Yesaya 50:4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar